
Hari ini adalah hari yang paling
ditunggu-tunggu, tapi mungkin juga menjadi hari yang paling tidak ingin terjadi
dalam hidupku. Hasil kerja kerasku dalam menimba ilmu akan segera terbayar,
namun semua kenangan yang telah kulalui mungkin akan terlewat begitu saja,
ketika kaki ini melangkah jauh meninggalkan gerbang sekolah.
Acara Pelepasan siswa-siswi
yang terselenggara hari ini akan menjadi
saat-saat terakhir bagiku untuk bercengkrama dengan teman,dan para pahlawan
tanpa tanda jasa itu. Ketika Acara pelepasan ditutup, maka selesai sudahlah
cerita terbaik dalam masa remajaku ini. Sebuah masa yang tercipta dengan proses
yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Setelan Kemeja putih terbalut
jas hitam yang melekat ditubuh ini terasa serasi dengan celana hitam yang aku
kenakan. Dengan senyum merekah ku sapa satu persatu teman-teman terbaikku yang
tampil begitu berbeda hari ini. Para kaum Adam tampak begitu dewasa , sementara
para kaum Hawa terlihat begitu anggun,cantik dan menawan mengenakan Kebaya yang
berwarna-warni.
Seluruh peserta saling bercengkrama, berfoto-foto, dan bahkan ada juga yang masih merapikan penampilan mereka sebelum acara dimulai. Suasana yang hanya akan menjadi kenangan dikemudian hari ini benar-benar sangat terasa aneh di hati ini. Hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya semenjak tiga tahun lalu untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki disekolah ini.
Penyerahan “bukti wisuda”
menjadi pembuka dalam acara pelepasan tersebut. Nyanyian-nyanyian dari paduan
suara serta petuah-petuah ajaib dari para
Petinggi sekolah menjadi pengisi acara lain di hari yang cerah ini. Bahkan Pembagian
duit secara Cuma-Cuma dan kejutan kecil yang mungkin tak masuk dalam skenerio
juga menjadi bagian dalam acara pelepasan tersebut. Kami begitu hikmatnya menikmati suguhan-suguhan
yang disediakan oleh panitia pelaksana.
Dan Kemeriahan terasa pecah
ketika tim teater sekolah mulai unjuk gigi. Dengan jalan cerita yang begitu
ngawur serta menyindir beberapa tokoh sekolah, mereka mampu menghipnotis kami
untuk tertawa dengan komedi-komedi ringan ala mereka. Kami sesaat melupakan
makna sebenarnya hari ini. Kami lebih memilih larut dalam buaian penampilan unik
mereka.
Ketika alur cerita menyentuhnya
endingnya, MC telah menyelesaikan tugasnya, maka berakhir pula acara pelepasan
hari ini. Akhir kisah dari lembar cerita di sekolah ini pun telah sempurna
tertulis di bagian belakang buku ceritaku. Hari-hari sebagai manusia dengan
sejuta kegilaan para remaja ku pastikan akan terukir indah dalam CPU terbaik
sepanjang masa yang dimiliki manusia.
Kaki ini pun akhirnya mulai
melangkah keluar gerbang sekolah, awal dari akhir yang telah tercipta. Senyum terasa mekar
dengan indahnya pada bibir ini. Namun sedih terasa menjadi pengganjal terberat
dalam hati ini. Aku telah melukis kenangan dalam hidupku selama berada
disekolah ini, dan kini ku siap menyapa bintang tuk meraih satu persatu mimpiku
yang tergantung di horizon langit biru nan megah.
Kehidupan ini memang luar biasa,
masih banyak hal yang menunggu untuk aku jejaki. Tapi aku melupakan hal yang
paling penting untuk berlari didunia mimpiku. Aku masih tak memiliki arah angin
yang pasti. Jati diriku pun masih belum aku temukan. Ia masih tersembunyi dalam
jiwa bak sebuah harta karun yang tertimbun diujung samudera.
Perjalanku yang tanpa arah pun
akan segera dimulai. Siap Mengalir seperti arus sungai dan berhembus seperti angin. Hanya sedikit
cahaya yang meneringi jalanan gelapku. Hanya berpegang teguh pada filosofi nan
begitu lemah disertai mental yang belum juga terbentuk, aku memaksana diri tuk berani
melewati batas ruang waktu menuju kekota itu. kota dimana petualang baruku akan
segera dimulai.
BERSAMBUNG.............................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar